6 Kegiatan Bermakna yang Dilakukan Siswa SD Laboratorium UPI Tasik di Hari Pertama Sekolah

12/01/2026 | Berita

Annisa Anita Dewi | 12 Januari 2026 | Berita | SD Laboratorium UPI Tasikmalaya

 

Tasikmalaya, SD Laboratorium UPI Tasikmalaya

Senin (12/01/2026) mengawali hari pertama sekolah, siswa SD Laboratorium UPI Tasikmalaya melakukan 6 kegiatan menyambut kegiatan pembelajaran semester genap. Hari pertama sekolah tidak menyoal tentang tas kaku yang tak lama di jamah, tentang buku yang menanti lembaran baru untuk diisi. 

Menindaklanjuti Surat Edaran Nomor 2 Tahun 2026 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang menginstruksikan sekolah untuk mengawali kegiatan semester genap dengan kegiatan yang dapat menstimulasi semangat belajar di semester baru. SD Laboratorium UPI Tasikmalaya mengemas hari pertama masuk sekolah dengan 6 kegiatan sederhana namun bermakna.

Sebagai momentum hari pertama sekolah untuk menstimulasi motivasi belajar siswa, SD Laboratorium UPI Tasikmalaya melakukan 6 kegiatan sederhana sebagai berikut:

1. Upacara Bendera Merah Putih 

Kegiatan upacara dilakukan sebagai bentuk nasionalisme, mengajarkan nilai-nilai disiplin dan tanggung jawab.

2. Do'a Bersama

Do'a bersama dilakukan dilakukan sebagai manifestasi menyatukan hati dan pikiran dalam kebersamaan selain dari ritual keagamaan.

3. Pengumuman dan Ice Breaking

Ice breaking dilakukan sebagai bentuk meningkatkan semangat, fokus, dan membangun suasana yang menyenangkan menyambut semester baru.

4. Senam Bersama

Senam bersama dilakukan untuk membangun resistensi psikologis, sebagai bentuk ekspresi diri dan menstimulasi pertumbuhan badan.

5. Musofahah Siswa, Guru dan Seluruh Stakeholder SD Laboratorium UPI Tasik

Sebagai sarana menumbuhkan rasa persaudaraan, meredakan ketegangan, meningkatkan kesehatan mental dan kepercayaan diri juga sebagai penghapus dosa saat berjabat tangan dengan tulus.

6. Makan Bersama Seluruh Siswa Labschool

Makan Bersama Seluruh Siswa Labschool dengan harapan meningkatkan nilai-nilai sosial, meningkatkan toleransi, dan tidak hanya berfungsi sebagai pemenuhan kebutuhan gizi dan rasa lapar, melainkan sebagai wadah untuk berekspresi dan identitas sosial.

(Annisa Anita Dewi)